Senin, 08 Agustus 2016

Ruang Lingkup Public Relation dalam Industri Pariwisata dan Perhotelan

RUANG LINGKUP PUBLIC RELATIONS
DALAM
INDUSTRI PARIWISATA DAN PERHOTELAN


Bidang Public Relations merupakah suatu bidang yang sangat luas menyangkut hubungan dengan berbagai pihak. Public Relations tidak sama dengan sekedar relations, meskipun mempunyai peran yang sangat besar dalam kampanye public relations. Public relations juga bukan sekedar menjual senyum, propaganda dengan tujuan-tujuan kemenangan sendiri, atau mendekati pers dengan tujuan untuk memperoleh suatu pemberitaan. Lebih dari itu, Public Relations mengandalkan strategi, yakni agar perusahaan disukai dan dipercaya oleh pihak-pihak terkait serta publik.
Di lingkungan industri pariwisata dan perhotelan peran public relation diperlukan dalam menjaga citra dan nama baik perusahaan sekaligus sebagi ajang promosi produk jasanya. Untuk itu mari kita kupas secara bersama sebagian dari kompetensi dasar yang harus dimiliki oleh seorang public relations

Pertanyaan penting tentang Public Relations, “Bagaimana kedudukan definisi public relations di dalam manajemen?” jawaban dari pertanyaan ini tentunya akan membuka wawasan bahwa PR merupakan suatu fungsi manajemen yang sama pentingnya dengan pemasaran, produksi, keuangan dan sumber daya manusia.
Definisi yang dikeluarkan oleh Public Relation News: “public relations adalah fungsi manajemen yang melakukan evaluasi terhadap sikap-sikap publik, mengidentifikasi kebijakan dan prosedur seseorang/perusahaan terhadap publiknya, menyusun rencana serta menjalankan program-program komunikasi untuk memperoleh pemahaman dan penerimaan publik” (Renaldi Kasali, 1994:7).


1.     Fungsi Public Relations

Menurut S.Blacken Melvin L. Sharpo, 1983, Public Relations berfungsi untuk menginformasikan kepada semua pihak yang terkait dalam menciptakan adanya saling pengertian, yang didasarkan pada kenyataan, kebenaran dan pengetahuan yang jelas lengkap dan perlu diinformasikan secara jujur, jelas dan objektif. Berdasarkan referensi tersebut fungsi Public Relations dapat diuraikan menjadi empat hal, yaitu :
1.      Kegiatan yang bertujuan memperoleh itikad baik, kepercayaan, saling adanya pengertian dan citra yang baik dari publik atau masyarakat pada umumnya.
2.      Memiliki sasaran untuk menciptakan opini public yang bisa diterima dan menguntungkan semua pihak.
3.      Unsur penting dalam organisasi dalam manajemen guna mencapai tujuan yang spesifik, sesuai harapan publik, tetapi merupakan kekhasan organisasi atau perusahaan. Sangat penting bagaimana organisasi, memiliki warna, budaya, citra, suasana yang kondusif dan menyenangkan, kinerja meningkat dan produktifitas bisa dicapai secara optimal.

4.      Meningkatkan hubungan yang harmonis antara organisasi atau perusahaan dengan publiknya, sekaligus menciptakan opini public sebagai efeknya, yang sangat berguna sebagai input bagi organisasi atau perusahaan yang bersangkutan.
2.     Proses Harmonisasi

Sifat komunikasi yang dilakukan suatu perusahaan untuk “disukai” dan memiliki citra yang baik oleh publiknya adalah menyangkut tentang hubungan yang harmonis. Profesor Melvin Sharpe, dalam Renaldi Kasali menyatakan ada lima prinsip untuk menjalankan hubungan yang harmonis yakni:
1.      Komunikasi yang jujur untuk memperoleh kredibilitas
2.      Keterbukaan dan konsistensi terhadap langkah-langkah yang diambil untuk memperoleh keyakinan orang lain
3.      Langkah-langkah yang fair untuk mendapatkan hubungan tambal balik dan goodwill
4.      Komunikasi dua arah yang terus-menerus untuk mencegah keterasingan dan membangun hubungan
5.      Evaluasi dan riset terhadap likunganan untuk menentukan langkah atau penyesuaian yang dibutuhkan bagi social harmony

3.     Publik Dalam Public Relations

Publik dari public relations adalah khalayak sasaran darii PR yang biasa juga disebut denganstakeholders, yaitu kumpulan orang-orang atau pihak-pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan. Unsur-unsur tersebut antara lain:
1.    Pemegam saham
2.    Karyawan dan manajemen
3.    Keluarga karyawan
4.    Kreditor
5.    Konsumen
6.    Pemasok
7.    Komunitas Pemerintah

Dari stakeholder tersebut perlu diklasifikasikan sebagai berikut.

1.       Publik Internal dan Publik Eksternal
Publik internal adalah publik yang berada di dalam perusahaan.Misalnya para karyawan, satpam, penerima telepon, supervisor, klerk, manajer, pemegang saham, sedangkan publik eksternal adalah mereka yang berkepentingan terhadap perusahaan dan berada di luar perusahaan. Misalnya: penyalur, pemasok, bank, pemerintah, komunitas dan pers.
2.       Publik Primer, Sekunder dan Marjinal
Tidak semua elemen dalam stakeholder perlu diperhatikan perusahaan. Perusahaan perlu menyusun suatu kerangka prioritas.Yang paling penting disebut publik primer, yang kurang penting disebut publik sekunder, dan yang dapat diabaikan adalah publik marjinal. Urutan-urutan dan prioritas publik setiap perusahaan berbeda, sekalipun industrinya sama. Urutan-urutan tersebut juga memungkinkan untuk berubah dari tahun ke tahun.

3.       Publik Tradisional dan Publik Masa Depan
Karyawan dan konsumen bisa dimasukan dalam publik tradisional, sedangkan untuk publik masa depan antara lain mahasiswa/pelajar, peneliti, konsumen potensial, dan pejabat pemerintah.
4.       Proponents, Opponents, dan Uncommitted
      Terdapat publik yang menentang perusahaan (opponents), yang memihak (proponents) dan ada yang tidak peduli (uncommitted).Perusahaan perlu mengenal publik yang berbeda-beda ini agar dapat dengan jernih melihat permasalahan yang mungkin muncul.
5.       Silent Majority dan Vocal Minority
Dilihat dari aktifitas publik dalam mengajukan komplain atau mendukung perusahaan, terdapat orang yang vocal (aktif) dan yang silent (pasif). Publik penulis di surat kabar umumnya adalah the vocal minority, yang aktif menyuarakan pendapatnya, namun jumlahnnya tak banyak. Sedangkan mayoritas pembaca adalah pasif sehingga tak kelihatan suara dan pendapatnya.


                 Ruang lingkup pekerjaan PR

1.      Memposisikan perusahaan sebagai “leader” atau “expert
2.      Membangun kepercayaan (confidence and trust) konsumen
3.      Memperkenalkan produk baru
4.      Menghapus, meluncurkan kembali (relaunch) produk-produk yang sudah dewasa (mature)
5.      Mengkomunikasikan keuntungan-keuntungan/kelebihan-kelebihan produk lama
6.      Mempromosikan cara-cara pemakaian baru atas produk yang sudah dikenal
7.      Melibatkan/ menggerakkan masyarakat terhadap produk perusahaan
8.      Menjangkau “secondary markets
9.      Menekan pasar yang lemah
10.  Memperluas berita sebelum beriklan
11.  Membuat iklan lebih berbunyi (menjadi bahan pembicaraan)
12.  Menjelaskan “product story” dengan lebih detail
13.  Memperoleh publisitas atas produk-produk yang tidak boleh diiklankan.
  




Rabu, 10 Juli 2013

Tugas Siswa 1



Tugas individu untuk kelas X Akomodasi perhotelan SMKN 62 Jakarta

Browsing di Internet tentang klasifikasi alat pembersih, kelompokan sesuai dengan klasifikasinya serta gambar dan fungsi/kegunaan alat tersebut,:dikumpulkan minggu depan tanggal 17 juli 2013, kirim via e-mail.
alamat e-mail ; kastutieuis@gmail.com
konfirmasi jika anda sudah mengirim e-mail
Terima kasih



Materi Membersihkan Lokasi/Area dan Peralatan

 MEMILIH DAN MENATA PERALATAN 

CELANING EQUIPMENT 

Cleaning Equipment adalah alat-alat pembersih yang digunakan untuk membersihkan segala benda datar (lantai), dinding dan benda bergerak maupun yang tidak bergerak.

KLASIFIKASI CLEANING EQUIPMENT 
     Alat pembersih yang biasa digunakan di hotel biasanya dikelompokkan berdasarkan 

ENERGI/TENAGA(POWER)

1. MANUAL
     Peralatan pembersih yang digerakkan dengan menggunakan tenaga manusia tanpa bantuan energi   listrikBerdasarkan energi/ tenaga cleaning equipment dibagi menjadi 3 kelompok yaitu :  

A. BROOM & BRUSH
     Kelompok alat pembersih ini dianggap sejenis dengan alasan dan pertimbangan bahwa antara keduannya   memiliki konsep dan cara penggunaan yang hampir sama. Alat ini digunakan untuk menghilangkan sampah, kotoran dan debu dari berbagai jenis permukaan benda seperti : tembok, lantai,  dan kain alatnya antara lain adalah : ceiling broom, floor broom, carpet broom, cloth brush, hand brush, shoes brush, toilet bowl brush, cushion bush, curving brush, steel brush.

B. CONTAINER
     Container adalah suatu alat yang digunakan untuk menampung sampah, kotoran atau debu dari hasil penggunaan sapu antara lain adalah : cady carry, Public Area Trolly, Window bucket, Double bucket, gun spayer, Linen hamper, Duspant, container bin.

C. LINEN
    Linen yang diperlukan dalam melaksanakan proses pembersihan/ pengelapan
Yang termasuk linen adalah Dust cloth, soft cloth, cotton cloth, shoes cloth, floor cloth, chamois, mop, lobby duster, dan window wipper.